Kopi Pake Sasa
Dengan tergopoh-gopoh saya pergi ke Sukabumi menaiki sepeda kesayangan bersama anak-anak dan istri tercinta, cukup lumayan jauh juga Bogor- Sukabumi naik motor, yang jelas harus konsentrasi dan hati-hati. Perjalanan memasuki perkampungan ke tempat tujuan kira-kira 15 km dan suasana jalan berbatu, turun naik, yang paling seru kami harus membawa motor melalui jalan setapak dan kondisi jalan, …..naik pula.
Walaupun harus membawa jatuh anak dan istri, tapi alhamdulillah selamat. Kemudian perjalanan telah sampai di tempat tujuan, yakni hajatan keponakan nyunatin anaknya. Istirahat sejenak setelah bersalaman dengan keluarga dan sanak family. Kemudian Ibu saya menawari minum kopi, tak pikir panjang saya langsung menyetujuinya, karena saya memang tukang ngopi, lagi pusing-pusingnya kepalaku waktu itu langsung disambar kopi yang dibuatkan ibu. Wiih seger niih ngopi tengah hari, Tapi …… yang tadinya mau nikmat, ehhhh malah spontan muntah.
Kopi yang ada di mulutku nyembur, untung ga kena orang-orang yang ada disekitarku.
Kenapa, Yah…., tanya istriku.
Ko, kopinya sedap gini, ….sahutku.
Masa…. ayah? tanya istriku. dan langsung mencicipi kopi di gelas.
Spontan istriku pun muntah.
Ayah…. ini mah pake sasa, bukan pake gula.
Ternyata ibuku, salah ngambil.
Bukan gula yang dimasukan ke gelas,….. tapi sasa.
Karena memang, di dapur cukup gelap, jadi sulit membedakan tempat gula dan tempat sasa.
Akhirnya kopi tadi dibuang dan diganti dengan kopi yang benar-benar kopi yang pake gula bukan pake sasa. Ternyata emang nikmat ngopi di kampung.
( Bogor-Sukabumi, 23/05/2002 )




