Feeds:
Tulisan
Komentar

dprd-kota-bogor

Bogor – Para penegak hukum yang menghukum mantan Wakil Walikota Bogor, Mochammad Sahid, dinilai tidak adil. Sejumlah anggota dewan yang diduga terlibat korupsi bersama Sahid, justru minta diperiksa, bahkan siap dipenjara. Citra penegak hukum benar-benar terlecehkan oleh sikap berani dan bertanggung-jawab ini.
Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Lismo Handoko (dari PDIP) menyatakan, kejaksaan harus bertindak adil dengan menyeret semua anggota dewan yang terlibat dalam kasus itu (APBD Gate 2002), bukan hanya menghukum Sahid sendiri.
‘’Seret semua ke penjara tanpa kecuali, termasuk Achmad Ru’yat (kini wakil Walikota Bogor). Saya juga siap masuk bui, biar sekalian saya mati di sana,’’ katanya dengan nada berapi-api.
‘’Saya berani ngomong gini, karena saya merasa nggak bersalah,” tegas Lismo kepada Jurnal Bogor di ruang kerjanya, kemarin.

“Seharusnya Kejari menjebloskan semua yang terlibat, jangan pilih-pilih dan jangan mau dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan. Kalo Sahid masuk bui, semua harus masuk, termasuk saya. Saya sangat prihatin dengan dijebloskannya Sahid ke Paledang, putusannya korupsi berjamaah, eh yang diperiksa satu orang. Sama dengan shalat berjamaah, kalo imamnya ditangkap maka ma’mum nya harus ikut ditangkap,” tuturnya.
Hal senada dituturkan Dedi Supriyadi. Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku siap diperiksa, jika memang Kejaksaan melakukan. “Saya siap jika dipanggil Kejaksaan, toh kami tidak bersalah. Dulu pun saya dipanggil kejaksaan terkait kasus ini, saya datang karena tidak merasa bersalah,” kata Dedi.
“Di dewan itu tidak ada proyek, uang yang dianggap korupsi itu gaji dan tunjangan dewan selama lima tahun. Kalau memang uang tersebut

dianggap korupsi, berarti selama 5 tahun dewan tidak gajian. Kejaksaan silahkan membukanya secara transparan biar masyarakat tahu,” tambahnya.
Dedi mengaku, di dewan itu hanya melaksanakan sistem dan tata tertib serta aturan. “Menurut aturan begini caranya pembahasan anggaran, prosedurnya kita lakukan dan anggaran diputuskan oleh pleno paripurna dewan dan eksekutif (Pemkot Bogor). Jadi kenapa harus dewan saja yang diperiksa dan dituduh, eksekutif pun harus ditarik. Oleh karena itu kami minta keadilan, jangan hanya wakil rakyat yang dikoyak-koyak, eksekutif pun harus,” tegasnya. “Waktu itu saya juga mengembalikan uang sekitar 80 jutaan ke kejaksaan, kwitansi tanda terimanya masih ada. Kalau mau buka-bukaan, hayu,” katanya.
Lain halnya dengan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor lainnya Iwan Suryawan, ketika dimintai tanggapannya ia enggan berkomentar. “Mohon maaf sebelumnya, saya belum bisa berkomentar,” tutur Iwan.
Sementara itu situasi di gedung wakil rakyat berbeda dari sebelumnya, sejumlah anggota dewan terlihat tidak ada di tempatnya. Meskipun ada, mereka enggan memberikan komentar apa-apa.
Lalu bagaimana dengan Kejari? Apakah semua anggota dewan yang terlibat bakal diperiksa dan bernasib sama seperti Sahid? Menurut Kejari Kota Bogor Surung Aritonang, dalam waktu dekat pihaknya akan menerbitkan surat perintah penyidikan bagi anggota dewan yang terlibat pada waktu itu.
“Kami akan segera terbitkan surat perintah penyidikan, namun dalam penyidikan nanti akan dilakukan secara proporsional sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing anggota dewan pada waktu itu. Kami akan tegakkan supremasi hukum di Kota Bogor,” ujarnya.
“Terkait masalah uang yang dikembalikan oleh sebagian anggota dewan sebesar 1, 15 miliar, saat ini dalam keadaan aman dan tetap utuh di Kas Daerah Pemkot Bogor,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut kuasa hukum Sahid, Jhon Pitter Simanjuntak mengaku akan melihat apakah komitmen Kejari untuk memeriksa angggota dewan yang lain, bisa diwujudkan apa tidak.
“Saya senang dengan ucapan kejari yang akan memeriksa 44 anggota dewan yang lain, kita lihat saja nanti apakah ucapannya akan dibuktikan apa tidak. Karena sayapun tidak rela jika hanya Sahid yang dikorbankan, sementara korupsi ini dilakukan secara kolektif. Saya juga akan mengirimkan surat kepada Kejaksaan Agung agar siapapun Kejari di Kota Bogor untuk menuntaskan kasus korupsi. Kalau tidak, Kejaksaan Agung harus menjewer Kejari Bogor,” tutur Jhon.

Dulu, Sahid Dicuekin

crim0015

Dijebloskannya Sahid ke Lapas Paledang, ternyata menyodot perhatian sejumlah politisi PDI Perjuangan. Ketua DPC PDIP Kota Bogor Raflie Mukti mengunjungi kediaman Sahid di perumahan Indraprasta beberapa jam setelah penangkapan.
Sedangkan Ketua DPD PDIP Jawa Barat Rudi Harsa Tanaya langsung mengunjungi Sahid ke Lapas Paledang, kemarin. Kendati belum menengok mantan ketuanya, caleg PDIP Lismo Handoko telah menghubungi Hj. Suwarsih, istri Sahid lewat telepon seluler.
“Mereka memberikan dukungan moral kepada bapak beserta keluarga. Saya sangat menghargainya, itu membuktikan mereka memiliki perhatian,” kata Hj. Suwarsih kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Akan tetapi, sambung Suwarsih, kepedulian 40 mantan anggota DPRD Kota Bogor periode 1999-2004 masih sangat minim. Padahal, mereka juga diduga terlibat dalam kasus korupsi yang menimpa Sahid.
“Saat bapak (Sahid) sakit jantung, cuma Pak Lismo yang masih menunjukkan itikad baik. Ada 44 anggota dewan saat bapak (Sahid) menjadi ketua. Empat orang sudah meninggal, sisanya kurang perhatian, termasuk Achmad Ru’yat,” ungkap Suwarsih saat ditemui dikediamannya, usai mengantarkan makanan kepada Sahid.
Suwarsih menceritakan, sebelum menjabat Wakil Walikota Bogor, Sahid sempat mencoba menghubungi Achmad Ru’yat, tapi tak direspon. “Telpon tak diangkat, SMS pun tak dibalas. Padahal, bapak hanya ingin berkomunikasi. Ini ada apa?,” ucap Suwarsih, sambil melotot matanya.
Dengan suara lantang, Suwarsih membeberkan keluh-kesah Sahid selama menjalani proses persidangan. Ia mengatakan, Sahid terkena getah dari buah nangka yang dinikmati bersama.
“Penyakit jantung itu mungkin disebabkan terlalu banyak pikiran, lantaran cuma bapak yang disidangkan, lalu ditahan. Bapak pernah cerita. APBD disusun oleh panitia anggaran. Bapak saat itu menerima laporan, lalu melempar keputusan ke anggota dewan. Setelah disetujui, barulah bapak ketuk palu. Artinya, semua harus bertanggungjawab,” tegas Suwarsih.
Sampai saat ini, Suwarsih masih mempertanyakan tindaklanjut dari penuntasan kasus korupsi tersebut. “Ini belum tuntas. Semua orang yang diduga terlibat mesti diusut, serta disidangkan terpisah, sesuai kalimat yang tertera dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 212 K

Pid.Sus/2008,”bebernya.
Lantas bagaimana kondisi kesehatan Sahid di Lapas Paledang? “Bapak membaik kesehatannya, bahkan tempak lebih tenang. Proses adaptasi juga tak akan sulit, sebab sudah pernah ditahan pada 2004. Kekhawatiran saya juga berkurang, karena di sana juga ada dokter,” papar Suwarsih, saat mengenakan baju ungu bergambar bunga.
Saat Suwarsih berkunjung, Sahid berpesan kepada keluarga untuk tetap tabah dan tegar. Sebab, kakak iparnya, Tati Herawati baru saja meninggal dunia. “Saya beserta keluarga disarankan untuk lebih berkonsentrasi pada pemakaman,” pungkas Sukarsih, lalu mengelus dada.

Aldho H I | Julvahmi

p1010230KOMPAS.com – Pagi-pagi sekali, puluhan warga Baduy Luar berduyun-duyun menuju rumah Jaro Dainah, Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Hari Kamis (9/4) itu, mereka akan ikut mencontreng di tempat pemungutan suara khusus di belakang rumah Jaro Dainah.

Setelah mereka menunggu lebih dari setengah jam, tempat pemungutan suara (TPS) khusus di Kampung Kadu Ketug itu pun dibuka. Ratusan warga Baduy sudah berdesakan di pintu masuk TPS, dan ratusan lainnya duduk-duduk menunggu di rumah Jaro Dainah.
p1010248Acara pencontrengan diawali ceramah Jaro Dainah dan penyuluhan dari Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Sapin, yang juga Sekretaris Desa (Carik) Kanekes. ”Santai, yang tenang memilihnya, dan yang penting tepat sasaran. Sesuaikan dengan kesepakatan adat, pilih yang dekat,” kata Jaro Dainah, dalam bahasa campuran Indonesia dan Sunda dialek Baduy.

Sapin lalu kembali mengingatkan warga Baduy tentang cara pemilihan, dari mengambil surat suara, cara mencontreng, hingga memasukkan surat suara ke kotak.

Meski sudah diterangkan dengan jelas, banyak warga Baduy kebingungan saat berada di bilik suara. Tak sedikit warga yang saling bertanya setelah membuka surat suara. Bahkan beberapa di antara mereka meminta diajari, atau sekadar melihat contrengan di surat suara temannya.

Hampir semua warga Baduy mengaku tidak mengenal banyak calon anggota legislatif. Satu-satunya caleg yang mereka kenal adalah Haji Kasmin, warga Baduy yang mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Banten dari Partai Golkar. Haji Kasmin adalah warga Baduy yang memilih keluar dari komunitas adat Baduy karena ingin bersekolah, dan kini menjadi pengusaha.

rumah-baduyKarena itulah, kebanyakan warga Baduy berniat memilih Haji Kasmin. Namun, mereka khawatir salah contreng karena umumnya mereka tak bisa membaca. ”Anu apal ngan Haji Kasmin, nu lain mah teu kararenal. Ngan teu nyaho, bener apa hemteu milihna (Yang kenal cuma Haji Kasmin, kalau yang lain tidak ada yang kenal. Tetapi tidak tahu benar atau tidak mencontrengnya),” tutur Kidang, warga Kampung Kadu Ketug.

jaro-dainahPada pemilu kali ini, warga Baduy memutuskan untuk membuka dua TPS khusus di Kampung Kadu Ketug dan Cikakal Girang. Jaro Dainah sebagai wakil masyarakat adat Baduy di pemerintahan membagikan surat panggilan memilih kepada 6.321 warga di 49 kampung di Baduy Luar dan tiga kampung di Baduy Dalam.

Hingga Kamis sore, 1.363 warga Baduy menggunakan hak pilihnya. Sebanyak 978 orang di antara mereka mencontreng di TPS Kadu Ketug, dan 385 lainnya di Cikakal Girang.

Warga tetap antusias mendatangi TPS meski saat itu mereka harus mengikuti upacara kawalu, yakni upacara menyambut bulan kawalu yang dianggap sebagai bulan suci. ”Kawalu eta wajib, lamun pemilu eta sunahna (kalau kawalu itu kewajiban, sedangkan pemilu itu sunah),” ujar Jaro Dainah saat berbicara di depan warga.

jarak-tempuhKarena itulah, sebagian besar warga Baduy Luar memilih untuk mencontreng terlebih dahulu sebelum berangkat ke Baduy Dalam untuk mengikuti upacara adat kawalu. Hampir semua warga Baduy Dalam yang tinggal di Kampung Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik memilih tidak mencontreng karena tak ingin upacara kawalu terganggu.

Saat penghitungan, diketahui 800 warga Baduy memilih Haji Kasmin, caleg DPRD Banten.

Ciptagelar

Berbeda dengan warga Baduy, warga Kasepuhan Ciptagelar Kesatuan Adat Banten Kidul, yang masuk dalam wilayah Sukabumi, Jawa Barat, bingung menentukan pilihan.

Ikah (50), misalnya. Setelah berhasil membuka surat suara, ia tak berhasil menemukan dan memutuskan lambang parpol apa yang akan dicontrengnya. Ikah lalu memanggil salah seorang anggota KPPS, Kiyanda (30). Setelah mendapatkan penjelasan, Ikah lalu memilih salah satu lambang partai politik, bukan calon anggota legislatif.

Namun, Ikah tetap bingung ketika menghadapi dua surat suara lain, yakni untuk DPRD Jawa Barat dan DPRD Kabupaten Sukabumi. Ikah lalu sesukanya menandai lambang partai politik lain, baik untuk DPRD Jawa Barat maupun DPRD Kabupaten Sukabumi.

Ketika sampai waktunya menandai foto pada surat suara untuk calon anggota Dewan Perwakilan Daerah, Ikah semakin bingung dan kembali memanggil Kiyanda. Setelah mendapat penjelasan dari petugas KPPS itu, Ikah berujar, ”Nu kasep waelah. Lieur (yang ganteng sajalah. Bingung).”

kampungDi luar TPS di gedung SD Ciptagelar itu, sejumlah lelaki warga adat duduk melingkar sambil mengobrol. Suryani (40), salah satu di antara mereka, mengaku belum memiliki pilihan. ”Banyak sekali partainya. Saya juga tidak kenal calonnya.”

Ikah dan Suryani adalah gambaran nyata banyaknya warga adat Kasepuhan Ciptagelar yang tidak memiliki bekal pengetahuan, partai apa atau siapa calon yang akan mereka pilih ketika hendak memberikan suaranya. ”Pemilu ayeuna mah ngalilieur nu lieur (Pemilu sekarang makin membingungkan orang-orang yang sudah bingung),” kata Aki Karma, anggota Baris Sepuh Kasepuhan Ciptagelar.

Sesepuh Girang (Ketua) Kasepuhan Ciptagelar Abah Ugi Sugriwa mengakui, sebagian besar warganya memang bingung menentukan pilihan. ”Banyak yang bertanya kepada Abah, siapa yang harus dipilih. Abah tidak berani mengarahkan memilih yang mana,” katanya.

Kasepuhan Ciptagelar terletak di belantara hutan Gunung Halimun, Sukabumi, yang amat sulit dijangkau. Di tengah berbagai keterbatasan akses, tingginya animo masyarakat adat itu tentu harus dihargai.

(Anita Yossihara/Agustinus Handoko)

metroini masih soal berulangnya apa yang saya alami lima tahun lalu di cikeas. meskipun aktornya atau pelaku utamanya berbeda, tetapi alur cerita dan maksud di balik cerita yang dilakonkan oleh pelaku utamanya itu sama saja. ya, kedekatan dengan mereka yang diperkirakan akan memegang kuasa. apa yang saya saksikan di layar kaca menjadi nyata juga di cikeas sana. yang saya saksikan di layar kaca adalah persaingan untuk menjadi acuan bagi pemirsa sebagai televisi pemilu. semua stasiun televisi memang bersaing. namun, persaingan paling keras terjadi di antara dua televisi saja. ya. metro tv yang mengusung diri sebagai the election channel dan tv one yang mengusung diri sebagai tv pemilu. persaingan itu nyata di cikeas sejak kampanye dan makin nyata sejak hari pencontrengan di tps 03, nagrak, gunung putri, bogor, jawa barat. saat kampanye, posisi masing-masing pemilik media terlihat jelas dalam pemberintaannya. tv one oleh tim kampanye pak beye dipuja-puji sementara metro tv dianggap sepi. dalam persaingan yang mewujud nyata di pendapa cikeas itu, wartawan metro tv yang jumlahnya puluhan harus dengan perih hati menyaksikan apa yang terjadi. tak satu pun dari lima layar lebar televisi di pendapa cikeas yang menyetel program metro tv. metro tv terlarang disetel di pendapa cikeas. tv one telah memenangkan pertarungan dan telah dilirik dan disukai kekuasaan. jika metro tv yang memenangkan pertarungan, langkah serupa pasti juga dilakukan. kondisi di pendapa cikeas ini jelas berbeda dengan kondisi lima tahun lalu. lima tahun lalu, metro tv menjadi semacam official broadcaster untuk segala macam kegiatan di cikeas. tidak hanya puluhan wartawan yang hadir di sana, tetapi bahkan pak surya paloh turut serta memandangi program metro tv dari beberapa layar lebar tv yang dipasang di sana. pak surya juga asyik berbincang dengan pak beye di depan layar metro tv menjelang pesta kemenangannya dalam pilpres putaran kedua. puluhan wartawan metro tv hanya mengelus dada ketika menyaksikan tak satu pun dari lima layar lebar tv di pendapa cikeas yang memutar program acara mereka. untuk menghibur diri, mereka berkata sambil tertawa, “di dalam ruang keluarga, pak beye nyetelnya metro tv.” mungkin betul juga kata mereka. melihat diri dari sisi cerah melulu kan juga tidak membuat nyaman di hati. itu bunyi batin saya. posisi pemilik media memang membawa pengaruh juga. tidak hanya kepada pemberitaannya, tetapi juga ketika kekuasaan ingin memilih dan bernyaman-nyaman dengannya. bagaimana posisi anda?

stress

Sabtu, 11 April 2009 | 13:03 WIB

GARUT, KOMPAS.com — Kini mulai bermunculan beberapa caleg di Kabupaten Garut yang diindikasikan kuat mengalami stres berat. Bahkan, sempat terjadi dua caleg dari dua parpol berbeda marah besar sambil berteriak menghujat tim suksesnya.

Hal itu terjadi menyusul keduanya juga diindikasikan telah menebar uang sebelum pemungutan suara pada salah satu TPS di wilayah Kecamatan Wanaraja, Garut. Namun, setelah dilakukan penghitungan suara, hasil sementara menunjukkan keok atau kalah telak sehingga sempat ditenangkan sekaligus diamankan pada Polsek setempat. Namun, kini telah dilepaskan kembali ke alam bebas.

Selain itu, juga terdapat salah seorang caleg perempuan dari parpol tertentu yang mendadak meninggal dunia setelah mengetahui dari hasil perolehan suara sementaranya kalah telak, ungkap sumber yang enggan disebut namanya, juga enggan menyebutkan identitas caleg tersebut, Sabtu.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Dadang Sudrajat, menyatakan di ruang kerjanya, hendaknya seluruh caleg dari parpol mana pun bisa bersabar karena hingga kini masih berlangsung rekapitulasi penghitungan suara.

Dengan agenda pada 11-15 April berlangsung rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK), dilanjutkan pada 17-19 April dilaksanakan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kabupaten, sehingga penetapan perolehan suara sahnya pada 19 April 2009

KALIGRAFI

52

alaihi1

alas

alfth

alla1

alla2

alla21

alla3

alla4

alla5

alla6

alla7

alla10

alla8

2473350932_aaeea5af00Saur Prabu Siliwangi ka balad Pajajaran anu milu mundur dina sateuacana ngahiang: Lalakon urang ngan nepi ka poé ieu, najan dia kabéhan ka ngaing pada satia! Tapi ngaing henteu meunang mawa dia pipilueun, ngilu hirup jadi balangsak, ngilu rudin bari lapar. Dia mudu marilih, pikeun hirup ka hareupna, supaya engké jagana, jembar senang sugih mukti, bisa ngadegkeun deui Pajajaran! Lain Pajajaran nu kiwari, tapi Pajajaran anu anyar, nu ngadegna digeuingkeun ku obah jaman! Pilih! ngaing moal ngahalang-halang. Sabab pikeun ngaing, hanteu pantes jadi Raja, anu somah sakabéhna, lapar baé jeung balangsak.

Daréngékeun! Nu dék tetep ngilu jeung ngaing, geura misah ka beulah kidul! Anu hayang balik deui ka dayeuh nu ditinggalkeun, geura misah ka beulah kalér! Anu dék kumawula ka nu keur jaya, geura misah ka beulah wétan! Anu moal milu ka saha-saha, geura misah ka beulah kulon!

Daréngékeun! Dia nu di beulah wétan, masing nyaraho: Kajayaan milu jeung dia! Nya turunan dia nu engkéna bakal maréntah ka dulur jeung ka batur. Tapi masing nyaraho, arinyana bakal kamalinaan. Engkéna bakal aya babalesna. Jig geura narindak!

Dia nu di beulah kulon! Papay ku dia lacak Ki Santang! Sabab engkéna, turunan dia jadi panggeuing ka dulur jeung ka batur. Ka batur urut salembur, ka dulur anu nyorang saayunan ka sakabéh nu rancagé di haténa. Engké jaga, mun tengah peuting, ti gunung Halimun kadéngé sora tutunggulan, tah éta tandana; saturunan dia disambat ku nu dék kawin di Lebak Cawéné. Ulah sina talangké, sabab talaga bakal bedah! Jig geura narindak! Tapi ulah ngalieuk ka tukang!

Dia nu marisah ka beulah kalér, daréngékeun! Dayeuh ku dia moal kasampak. Nu ka sampak ngan ukur tegal baladaheun. Turunan dia, lolobana bakal jadi somah. Mun aya nu jadi pangkat, tapi moal boga kakawasaan. Arinyana engké jaga, bakal ka seundeuhan batur. Loba batur ti nu anggang, tapi batur anu nyusahkeun. Sing waspada!

ri-1Sakabéh turunan dia ku ngaing bakal dilanglang. Tapi, ngan di waktu anu perelu. Ngaing bakal datang deui, nulungan nu barutuh, mantuan anu sarusah, tapi ngan nu hadé laku-lampahna. Mun ngaing datang moal kadeuleu; mun ngaing nyarita moal kadéngé. Mémang ngaing bakal datang. Tapi ngan ka nu rancagé haténa, ka nu weruh di semu anu saéstu, anu ngarti kana wangi anu sajati jeung nu surti lantip pikirna, nu hadé laku lampahna. Mun ngaing datang; teu ngarupa teu nyawara, tapi méré céré ku wawangi. Ti mimiti poé ieu, Pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit dayeuhna, leungit nagarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jaba ti ngaran pikeun nu mapay. Sabab bukti anu kari, bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba, supaya anu laleungit kapanggih deui. Nya bisa, ngan mapayna kudu maké amparan. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. Mudu arédan heula.

Engké bakal réa nu kapanggih, sabagian-sabagian. Sabab kaburu dilarang ku nu disebut Raja Panyelang! Aya nu wani ngoréhan terus terus, teu ngahiding ka panglarang; ngoréhan bari ngalawan, ngalawan sabari seuri. Nyaéta budak angon; imahna di birit leuwi, pantona batu satangtungeun, kahieuman ku handeuleum, karimbunan ku hanjuang. Ari ngangonna? Lain kebo lain embé, lain méong lain banténg, tapi kalakay jeung tutunggul. Inyana jongjon ngorehan, ngumpulkeun anu kapanggih. Sabagian disumputkeun, sabab acan wayah ngalalakonkeun. Engke mun geus wayah jeung mangsana, baris loba nu kabuka jeung raréang ménta dilalakonkeun. Tapi, mudu ngalaman loba lalakon, anggeus nyorang: undur jaman datang jaman, saban jaman mawa lalakon. Lilana saban jaman, sarua jeung waktuna nyukma, ngusumah jeung nitis, laju nitis dipinda sukma.

praDaréngékeun! Nu kiwari ngamusuhan urang, jaradi rajana ngan bakal nepi mangsa: tanah bugel sisi Cibantaeun dijieun kandang kebo dongkol. Tah di dinya, sanagara bakal jadi sampalan, sampalan kebo barulé, nu diangon ku jalma jangkung nu tutunjuk di alun-alun. Ti harita, raja-raja dibelenggu. Kebo bulé nyekel bubuntut, turunan urang narik waluku, ngan narikna henteu karasa, sabab murah jaman seubeuh hakan.

Ti dinya, waluku ditumpakan kunyuk; laju turunan urang aya nu lilir, tapi lilirna cara nu kara hudang tina ngimpi. Ti nu laleungit, tambah loba nu manggihna. Tapi loba nu pahili, aya kabawa nu lain mudu diala! Turunan urang loba nu hanteu engeuh, yén jaman ganti lalakon ! Ti dinya gehger sanagara. Panto nutup di buburak ku nu ngaranteur pamuka jalan; tapi jalan nu pasingsal!

bbgNu tutunjuk nyumput jauh; alun-alun jadi suwung, kebo bulé kalalabur; laju sampalan nu diranjah monyét! Turunan urang ngareunah seuri, tapi seuri teu anggeus, sabab kaburu: warung béak ku monyét, sawah béak ku monyét, leuit béak ku monyét, kebon béak ku monyét, sawah béak ku monyét, cawéné rareuneuh ku monyét. Sagala-gala diranjah ku monyét. Turunan urang sieun ku nu niru-niru monyét. Panarat dicekel ku monyet bari diuk dina bubuntut. Walukuna ditarik ku turunan urang keneh. Loba nu paraeh kalaparan. ti dinya, turunan urang ngarep-ngarep pelak jagong, sabari nyanyahoanan maresék caturangga. Hanteu arengeuh, yén jaman geus ganti deui lalakon.

akbarLaju hawar-hawar, ti tungtung sagara kalér ngaguruh ngagulugur, galudra megarkeun endog. Génjlong saamparan jagat! Ari di urang ? Ramé ku nu mangpring. Pangpring sabuluh-buluh gading. Monyét ngumpul ting rumpuyuk. Laju ngamuk turunan urang; ngamukna teu jeung aturan. loba nu paraéh teu boga dosa. Puguh musuh, dijieun batur; puguh batur disebut musuh. Ngadak-ngadak loba nu pangkat nu maréntah cara nu édan, nu bingung tambah baringung; barudak satepak jaradi bapa. nu ngaramuk tambah rosa; ngamukna teu ngilik bulu. Nu barodas dibuburak, nu harideung disieuh-sieuh. Mani sahéng buana urang, sabab nu ngaramuk, henteu beda tina tawon, dipaléngpéng keuna sayangna. Sanusa dijieun jagal. Tapi, kaburu aya nu nyapih; nu nyapihna urang sabrang.

atoLaju ngadeg deui raja, asalna jalma biasa. Tapi mémang titisan raja. Titisan raja baheula jeung biangna hiji putri pulo Dewata. da puguh titisan raja; raja anyar hésé apes ku rogahala! Ti harita, ganti deui jaman. Ganti jaman ganti lakon! Iraha? Hanteu lila, anggeus témbong bulan ti beurang, disusul kaliwatan ku béntang caang ngagenclang. Di urut nagara urang, ngadeg deui karajaan. Karajaan di jeroeun karajaan jeung rajana lain teureuh Pajajaran.

Laju aya deui raja, tapi raja, raja buta nu ngadegkeun lawang teu beunang dibuka, nangtungkeun panto teu beunang ditutup; nyieun pancuran di tengah jalan, miara heulang dina caringin, da raja buta! Lain buta duruwiksa, tapi buta henteu neuleu, buaya eujeung ajag, ucing garong eujeung monyét ngarowotan somah nu susah. Sakalina aya nu wani ngageuing; nu diporog mah lain satona, tapi jelema anu ngélingan. Mingkin hareup mingkin hareup, loba buta nu baruta, naritah deui nyembah berhala. Laju bubuntut salah nu ngatur, panarat pabeulit dina cacadan; da nu ngawalukuna lain jalma tukang tani. Nya karuhan: taraté hépé sawaréh, kembang kapas hapa buahna; buah paré loba nu teu asup kana aseupan……………………….. Da bonganan, nu ngebonna tukang barohong; nu tanina ngan wungkul jangji; nu palinter loba teuing, ngan pinterna kabalinger.

e-surya-kancanaTi dinya datang budak janggotan. Datangna sajamang hideung bari nyorén kanéron butut, ngageuingkeun nu keur sasar, ngélingan nu keur paroho. Tapi henteu diwararo! Da pinterna kabalinger, hayang meunang sorangan. Arinyana teu areungeuh, langit anggeus semu beureum, haseup ngebul tina pirunan. Boro-boro dék ngawaro, malah budak nu janggotan, ku arinyana ditéwak diasupkeun ka pangbérokan. Laju arinyana ngawut-ngawut dapur batur, majarkeun néangan musuh; padahal arinyana nyiar-nyiar pimusuheun.

Sing waspada! Sabab engké arinyana, bakal nyaram Pajajaran didongéngkeun. Sabab sarieuneun kanyahoan, saenyana arinyana anu jadi gara-gara sagala jadi dangdarat. Buta-buta nu baruta; mingkin hareup mingkin bedegong, ngaleuwihan kebo bulé. Arinyana teu nyaraho, jaman manusa dikawasaan ku sato!

bung-proklamasiJayana buta-buta, hanteu pati lila; tapi, bongan kacarida teuing nyangsara ka somah anu pada ngarep-ngarep caringin reuntas di alun-alun. Buta bakal jaradi wadal, wadal pamolahna sorangan. Iraha mangsana? Engké, mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut, ti dapur laju salembur, ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo marantuan nu garelut, dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut? Marebutkeun warisan. Nu hawek hayang loba; nu boga hak marénta bagianana. Ngan nu aréling caricing. Arinyana mah ngalalajoan. Tapi kabarérang.

obamaNu garelut laju rareureuh; laju kakara arengeuh; kabéh gé taya nu meunang bagian. Sabab warisan sakabéh béak, béakna ku nu nyarekel gadéan. Buta-buta laju nyarusup, nu garelut jadi kareueung, sarieuneun ditempuhkeun leungitna nagara. Laju naréangan budak angon, nu saungna di birit leuwi nu pantona batu satangtung, nu dihateup ku handeuleum ditihangan ku hanjuang. Naréanganana budak tumbal. sejana dék marénta tumbal. Tapi, budak angon enggeus euweuh, geus narindak babarengan jeung budak anu janggotan; geus mariang pindah ngababakan, parindah ka Lebak Cawéné!

nyi-ratuNu kasampak ngan kari gagak, keur ngelak dina tutunggul. Daréngékeun! Jaman bakal ganti deui. tapi engké, lamun Gunung Gedé anggeus bitu, disusul ku tujuh gunung. Génjlong deui sajajagat. Urang Sunda disarambat; urang Sunda ngahampura. Hadé deui sakabéhanana. Sanagara sahiji deui. Nusa Jaya, jaya deui; sabab ngadeg ratu adil; ratu adil nu sajati.

Tapi ratu saha? Ti mana asalna éta ratu? Engké ogé dia nyaraho. Ayeuna mah, siar ku dia éta budak angon!

Jig geura narindak! Tapi, ulah ngalieuk ka tukang!

hakpilihpemilu2009

hakpilihpemilu20092

Inilah daftar nomor urut partai politik peserta pemilu legislatif 2009.

1. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

1-hanura

Ketua Umum Wiranto
Sekretaris Jenderal Yus Usman Sumanegara
Didirikan 14 November 2006
Kantor pusat Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR Tidak ada
Situs web http://www.hanura.com

2.  Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)

2-pkpb

Ketua Umum R. Hartono
Sekretaris Jenderal Hartarto Sastrosoenarto
Didirikan 9 September 2002
Kantor pusat Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR (2004) 2 (dari total 550 kursi)
Situs web http://www.pkpb.net

3. Partai Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia

3-pppi

Ketua Umum Daniel Hutapea
Sekretaris Jenderal Rudy Prayitno
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR Tidak ada
Situs web http://www.partai-ppi.com

4. Partai Peduli Rakyat Nasional

4-logo_pprn

5. Partai Gerindra

5-gerindra

Ketua Umum Suhardi
Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR Tidak ada
Situs web http://www.partaigerindra.or.id

6. Partai Barisan Nasional

6-barnas

Ketua Umum Vence Rumangkang
Sekretaris Jenderal Dadang Garnida
Didirikan 1 Oktober 2007
Kantor pusat Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR Tidak ada
Situs web http://www.partaibarnas.org

7. Partai Keadian dan Persatuan Indonesia

7-pkpi

Ketua Umum Meutia Hatta
Sekretaris Jenderal Semuel Samson
Didirikan 15 Januari 1999 (sebagai PKP);
9 September 2002 (sebagai PKPI)
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR (2004) 1 (dari total 550 kursi)
Situs web http://www.pkpi.org

8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

8-pks

Ketua Umum Tifatul Sembiring
Sekretaris Jenderal Muhammad Anis Matta
Didirikan 20 Juli 1998 (sebagai PK);
20 April 2002 (sebagai PKS)
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Islam
Kursi di DPR (2004) 52 (dari total 550 kursi)
Situs web http://www.pk-sejahtera.org

9. Partai Amanat Nasional (PAN)

9-partai_amanat_nasionalsvg

Ketua Umum Soetrisno Bachir
Sekretaris Jenderal Zulkifli Hasan
Didirikan 23 Agustus 1998
Kantor pusat Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR (2004) 53 (dari total 550 kursi)
Ketua fraksi di DPR Abdillah Toha
Situs web http://www.pan.or.id

10. Partai Indonesia Baru

10-logopibbaru1

Ketua Umum Nurmala Kartini Sjahrir
Sekretaris Jenderal Edi Danggur
Didirikan 23 September 2002
(sebagai Partai Perhimpunan Indonesia Baru)
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR Tidak ada
Situs web http://www.partai-pib.or.id

11. Partai Kedaulatan

11-partai_kedaulatan1

Ketua Umum Ibrahim Basrah
Sekretaris Jenderal Syirato Syafei
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR Tidak ada
Situs web http://www.partai-kedaulatan.or

12. Partai Persatuan Daerah

12-ppd

Ketua Umum Oesman Sapta Odang
Sekretaris Jenderal Sys NS
Didirikan 18 November 2002
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR (2004) Tidak ada
Situs web http://www.partaipersatuandaerah.com

13. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

13-pkb

Ketua Umum Muhaimin Iskandar
Sekretaris Jenderal Lukman Edy
Didirikan 23 Juli 1998
Kantor pusat Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR (2004) 52 (dari total 550 kursi)
Situs web http://www.dpp-pkb.org

14. Partai Pemuda Indonesia

14ppi_partai

Ketua Umum Sukmawati Soekarnoputri
Sekretaris Jenderal Ardy Muhammad
Didirikan 20 Mei 2002
(sebagai PNI Marhaenisme)
Kantor pusat Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Ideologi Marhaenisme
Kursi di DPR (2004) 1 (dari total 550 kursi)
Situs web http://dpp-pni.tripod.com

15. PNI Marhaenis

15-pni_marhaenisme

Ketua Umum Roy B.B. Janis
Sekretaris Jenderal Didi Supriyanto
Kantor pusat Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR Belum ada
Situs web http://www.pdp.or.id

16. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)

16pdp

Ketua Umum Roy B.B. Janis
Sekretaris Jenderal Didi Supriyanto
Kantor pusat Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR Belum ada
Situs web http://www.pdp.or.id

17. Partai Karya Perjuangan

17-karyaperjuangan

Ketua Umum Jackson A. Kumaat
Sekretaris Jenderal Ambo Enre
Didirikan 2007
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR Tidak ada
Situs web http://www.partaikaryaperjuangan.org

18. Partai Matahari Bangsa

18logopmb

Ketua Umum Imam Addaruqutni
Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq
Didirikan 16 Desember 2006
Kantor pusat Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Ideologi Islam
Kursi di DPR Tidak ada
Situs web http://www.pmb.or.i

19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia

19-ppdi

Ketua Umum Endung Sutrisno
Sekretaris Jenderal Joes Prananto
Didirikan 11 Januari 1973 (sebagai PDI);
10 Januari 2003 (sebagai PPDI)
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR 1 (dari total 650 kursi

20. Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK)

20pdk

Ketua Umum Ryaas Rasyid
Sekretaris Jenderal Rapiuddin Hamarung
Didirikan 23 Juli 2002 (sebagai PPDK);
28 Oktober 2007 (sebagai PDK)
Kantor pusat Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR (2004) 5 (dari total 550 kursi)
Situs web http://www.pdk.or.id

21. Partai Republik Nusantara nomor

21-logo_republikan

Ketua Umum Letjen. (Purn) Drs. H. Syahrir, MS,SE
Sekretaris Jenderal Drs. Yus Sudarso, SH, MH, MM
Didirikan 20 Mei 2007
Kantor pusat Kompleks Perkantoran Pulo Mas Blok VI No.1-2,
Jakarta Timur,
Telp. 021-4702960
Fax.021-4702966
Ideologi Pancasila
Situs web http://www.republikan.or.id; http://partairepublikan.org/

22. Partai Pelopor

22-pelopor

Ketua Umum Rachmawati Soekarnoputri
Didirikan 29 November 2002
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR (2004) 2 (dari total 550 kursi)

23. Partai Golkar

23-golkar

Ketua Umum Jusuf Kalla
(sejak 2004)
Sekretaris Jenderal Sumarsono
Didirikan 20 Oktober 1964
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR (2004) 129 (dari total 550 kursi)
Situs web http://www.golkar.or.id

24. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

24-ppp

Ketua Umum Suryadharma Ali
Sekretaris Jenderal Irgan Chairul Mahfidz
Didirikan 5 Januari 1973
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Islam
Kursi di DPR 58 (dari total 650 kursi)
Ketua fraksi di DPR Lukman Hakim Saifuddin
Situs web http://www.ppp.or.id

25. Partai Damai Sejahtera

25pds

Ketua Umum Ruyandi Hutasoit
Didirikan 1 Oktober 2001
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR (2004) 12 (dari total 550 kursi)

26. Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia

26-pnbk

Ketua Umum Eros Djarot
Sekretaris Jenderal Zulfan Lindan
Didirikan 27 Juli 2002
(sebagai Partai Nasionalis Bung Karno)
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Nasionalisme
Kursi di DPR 1 (dari total 650 kursi)

27. Partai Bulan Bitang (PBB)

27-bulan_bintang

Ketua Umum M.S. Kaban
Sekretaris Jenderal Sahar Hassan
Didirikan 17 Juli 1998
Kantor pusat Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Ideologi Islam
Kursi di DPR 11 (dari total 650 kursi)
Situs web http://www.pbb-info.com

28. PDIP

28-pdip

29. Partai Bintang Reformasi

29-pbr

Ketua Umum Bursah Zarnubi
Sekretaris Jenderal Rusman Ali
Didirikan 20 Januari 2002
Kantor pusat Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Ideologi Islam
Kursi di DPR 14 (dari total 650 kursi)
Situs web http://www.pbr.or.id

30. Partai Patriott

30-partai_patriot_pancasila

Ketua Umum Japto Soerjosoemarno
Sekretaris Jenderal Sulistyanto
Didirikan 1 Juni 2001 (sebagai Partai Patriot Pancasila)
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR (2004) Tidak ada

31. Partai Demokrat

31-demokrat

Ketua Umum Hadi Utomo
Sekretaris Jenderal Marzuki Alie
Didirikan 9 September 2001
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR (2004) 57 (dari total 650 kursi)
Situs web http://www.demokrat.or.id

32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia

32-pkdi

Ketua Umum Stefanus Roy Rening, SH.,MH.
Sekretaris Jenderal Radon Tua Gultom
Kantor pusat Jakarta
Ideologi Pancasila
Situs web www.pkdi.or.id

33. Partai Indonesia Sejahtera

33-partai_indonesia_sejahtera

Ketua Umum Budiyanto Darmastono
Sekretaris Jenderal Marnixon RC Wila
Kantor pusat Jl. Slamet Riyadi No.19 Matraman, Jakarta Timur
Kursi Tidak ada
Situs web http://www.pis33.com
http://www.partaiindonesiasejahtera.com

34. PKNU

Ketua Umum Choirul Anam
Sekretaris Jenderal Idham Cholied
Didirikan 21 November 2006
Kantor pusat DKI Jakarta
Ideologi Islam
Kursi di DPR Tidak ada

usr_1031859Untk mnjadi bagian dari DBS ini memerlukan perjalan yg panjang dan berliku… diawali dengan keingintahuan ttg status DBS dlm pandangan hukum islam, sesudah mendengar langsung dari pimpinan DBS, lalu membaca fatwa MUI kodya Bdg, diskusi bersama Prof.DR.KH.Miftah Faridl ketua MUI Bdg, dilanjutkan diskusi bersama DR.Syafii Antonio yg kita kenal sbg pakar ekonomi syariah, maka diputuskan bergabung. Dgn niat sbg upaya mmbantu mmbuka lapangan kerja bg masyarakt luas dlm situasi ekonomi yg sdng sulit, mmbantu membina agr member smkin mningkat keimanannya dan bersinergi utk mmberdayakn dhuafa dg zakat infak shodaqoh. Bagi siapapun yg akn brgabung, silakan luruskan niat, dan jalani dg sungguh2 dijalan Allah SWT dan bila sdh dititipi rizki berbagilah dengan sesama. Terimakasih. -Abdullah Gymnastiar DBS1302960-

KEPUTUSAN ANDA HARI INI MENENTUKAN KESUKSESAN ANDA 1 ATAU 2 TAHUN YANG AKAN DATANG

AMBIL KEPUTUSAN CEPAT. SELAMAT BERGABUNG…………….. SUKSES BUAT ANDA.

BERGABUNG???????

HUBUNGI :

DRS. ABDULLAH,MM. (abekosgoro@gmail.com ) 02513051189

DBS. 2063621 (buka di. PORTAL ABEKOSGORO.WORDPRESS.COM) http://ngebux.com/?r=abekosgoro

usr_433Seorang mahasiswa Teknik Fisika 2003 ITB memulai bisnis DBS dgn kondisi minus(dari tidak punya apa2 & ortu terlilit utang). Sekarang sudah menjadi Gold Ent. INDONESIA (dalam hitungan bulan). Kini beLiau memiliki penghasilan PASIF lebih dari 3 jt/hari atau lebih dari 100juta/bulan, bisa melunasi hutang-hutang orangtuanya, menghajikan kedua orang tuanya & membelikan keduanya Toyota Rush Terbaru. Saat ini beliau memiliki sebuah Mobil Mewah BMW & mobil sport CeLica, serta properti rumah&kos2an senilai 1 MILYAR!! Bp.Randu:”DBS memang DAHSYAT!! DBS bukan sekedar bisnis, tapi juga menawaran Sekolah Bisnis yang telah terbukti mencetak puluhan jutawan dari latar belakang apapun. Apakah Anda Ingin Berubah?? apakah Anda ingin menjadi orang Luar biasa?? Apakah Anda ingin menjadi orang yang berarti bagi orang2 disekitar Anda?? DBS SOLUSINYA. DBS is The BeST!! (FS: randu_sekti@yahoo.com)
Beliau adalah seorang mantan supir angkot yang tidak pernah merasakan bangku kuliah, namun telah memiliki penghasilan puluhan juta dari bisnis ini. Hidupnya telah berubah setelah menjalankan DBS. Saat ini beliau telah membeli mobil MERCEDEZ BENZ C200, Daihatsu Xenia & memiliki 2 unit rumah! Bp. Margono,”Bisnis ini Luar biasa, Anda bisa sukses dari latar belakang apapun. Jangan pesimis, jadilah orang yang selalu punya sikap positif & optimis. Kesuksesan sudah ada didepan mata, Anda tinggal menjemputnya. Jangan salah pilih! DBS paling oke! Terima kasih DBS. SALAM DAHSYAT!!”

BILA ALLAH SUDAH MENGHENDAKI TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGINYA

TINGGAL BAGAIMANA KITA MENYIKAPINYA

BERIMANLAH PADA ALLAH YANG SEBENAR-BENARNYA IMAN

hantu334

hantu299

hantu272

hantu259

hantu234

hantu43

hantu22

bukit

hand

gempadi_lihat_dari_satelit_apollo1

buah_labu1

batu_yang_sujud1

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »