Tulisan ini mungkin sudah terlalu lawas, namun tulisan ini masih sangat relevan dengan kondisi saat ini, dimana dalam waktu dekat dunia pendidikan dari mulai SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi akan memulai lagi dengan penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2009-2010.
Dengan sistem dan model baru penerimaan siswa baru saat ini yakni bahwa siswa baru akan mengalami beberapa tahap penerimaan siswa baru, yakni siswa akan menjalani test untuk masuk ke sekolah jenjang yang lebih tinggi disamping itu anak juga harus berjibaku dengan UAS dan UASBN yang akan dan sudah dilaksanakan.
Penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2009-2010 ini cukup berat bagi anak, oleh karena itu untuk orang tua siswa kiranya tidak terlalu menekan pada anak harus dapat NEM segini atau segitu, sementara kemampuan anak terbatas, anak jangan terlalu banyak di bebani dengan berbagai pekerjaan rumah, selain pekerjaan sekolah yang harus dikerjakan di rumah.
Untuk orang tua tidak usah khawatir karena sekolah dimanapun, di negeri maupun di swasta, toh sama saja, hanya tinggal tergantung pada orang tua, jangan sampai salah memasukkan anak pada sekolah yang salah.
Sistem PSB online yang digunakan pada 173 sekolah atas di Jakarta, merupakan hasil kerjasama Dinas Dikmenti DKI dengan Universitas Brawijaya Malang dan APJIL. Lewat sistem ini, pencari sekolah tidak perlu lagi mendatangi sekolah yang ia inginkan, namun cukup mendatangi dan mendaftarakan diri di sekolah yang lokasinya paling dekat dengan rumahnya.
Selanjutnya pendaftar bisa menyerahkan berkas serta ,mengisi formulir pendaftaran untuk memilih 5 (Lima) sekolah yang diinginkannya. Panitia akan melakukan verifikasi isian formulir serta keabsahan berkas yang dikumpulkan. Bila tak ditemukan masalah, proses akan berlanjut ke proses entry data data ke komputer. Proses awal PSB yang masih dilakukan secara offline ini selesai setelah panitia membagikan bukti pendaftaran kepada pendaftar.
Dari sini peserta PSB bisa pulang ke rumah masing-masing dan memantau posisinya melalui internet di situs www.dimentidki.psb-online.or.id.
“PSB online ini memiliki asa yang sama dengan PSB sebelumnya, yaitu obyektif, transparan, akuntabel, dan kompetitif,” jelas H. Margani M. Mustar, Kepala Dinas Dikmenti Proopinsi DKI Jakarta kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Menanggapi adanya surat sakti yang biasa dijumpai dalam proses PSB, margani menegaskan dengan sistem PSB realtime online ini, praktek surat sakti tidak akan bisa terjadi, mengingat semua mekanisme penyaringan siswa baru dijalankan oleh sistem komputer dan bisa dilihat oleh masyarakat.
Bahkan untuk menghindari kesalahan atau penyalahgunaan pada proses entry data, sistem ini telah mengadopsi database nilai hasil ujian negara SLTP, sehingga petugas entry data tinggal menuliskan nama dan nomor registrasi peserta PSB, dan nilai ujiannya akan muncul secara otomatis. (Petikan, Sumber Kompas ).
Andai kata PSB di Kota dan Kabupaten Bogor dilakukan seperti yang telah dilakukan di 173 sekolah di Jakarta, atau bahkan pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan yang berkaitan dengan Keabsahan dan kehalalan PSB, khususnya untuk sekolah-sekolah negeri di Indonesia, maka bangsa ini tidak akan terlalu terjerumus pada kesalahan sistem yang sudah digariskan. Namun apa boleh buat khususnya sekolah-sekolah negeri di Kota dan kabupaten Bogor bahkan mungkin di Indonesia, kecuali 173 sekolah di Jakarta. masih menggunakan model lama dan manual, ya …. kalau itu lebih menguntungkan bagi sekolah, apa boleh buat. Tapi dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini alangkah indahnya kemajuan ini dapat dimanfaatkan maksimal dan mengurangi segala bentuk kecurangan yang mungkin akan terjadi ketika PSB masih manual, transparansi akan dirasakan oleh masyarakat, obejektifitas akan dirasakan oleh masyarakat, akuntabilitaspun akan dinikmati oleh masyarakat para pengguna jasa pendidikan.
www.asiakita.com/abdulgony




Mmh, gw masih bingung dg sistem PSB, ada yang bilang ke gw bahwa: tiap SMP akan melakukan tesnya sendiri, nanti hasilnya digabung dg nilai UN, baru diputuskan diterima atau tidak.
Masalahnya nilai UN sptnya baru akan keluar setelah pendaftaran SMP dan tesnya selesai.
Sangat aneh..
Gak nyambung ya?
sebetulnya sistem psb online gemana sih di bekasi bisa pilih 3 sekolah tinggal bagaimana nilai un, tp saya dengar di bogor cuma 1 sekolah lalu di mana onlinenya kalau justru dibatasi ? padahal bekasi dan bogor masih satu propinsi, yg betul bagaimana, mohon diberikan penjelasan yg sejelas-jelasnya prosedur psb online karna ortu murid masih banyak yg bingung. terima kasih
assalamu alaikum wr.wb.
mba ros yang saya hormati, sekedar informasi saja ya …mba, bahwa di bogor PSB On line belum diterapkan yang sudah diterapkan hanya di jakarta, sebenarnya kami berharap
bahwa di kota bogor diterapkan psb on line, namun kebijakan sekolah kadang tidak seragam, nah ……….. sekarang masalah pilihan satu sekolah khusus di bogor kota, sepertinya pemerintah kota bogor menerapakan ini dalam rangka pemerataan pendidikan bagi sekolah2 swasta, yang nota bene sekolah swasta selalu kebagian siswa yang NEM nya rendah2, dengan satu pilihan mudah-mudahan sisswa yang bagus pun ke bagi ke swasta itu dari sisi prestasi, kalo dari sisi kuantitas sepertinya pemerintah melihat kebijakan lebih jauh yaitu dalam rangka pemerataan jumlah siswa, jangan sampai ada sekolah swasta yang tidak kebagian murid, ya artinya pemerataan jumlah dalam rangka menghidupi sekolah swasta di kota bogor, kalo di bekasi saya belum tahu kebijakannya seperti apa.
Wah wah wah … bahayya, kalau pemerataan dari aspek bagi-bagi jumlah murid, menghidupkan sekolah swasta.
Orang tua pilih sekolah X sekolah Y atau sekolah ABC tentu sudah berdasar beberapa pertimbangan. Kalau ada sekolah swasta gak ada murid, biar evaluasi tuh sekolahan kenapa orang tua tidak percaya mengirimkan anaknya ke sekolah tersebut. Kalau hal ini dibagi roto oleh dinas atau yang berwenang ini juga mencelakakan orang tua.
Naif sekali menyamakan sekolah negeri dan swasta. Dari katergori aja jelas beda. Swasta kan banyak gradenya, ada yang unggulan, biasa dan marginal. Unggulan orang tua harus tebal kantongnya, sedangkan yang biasa atau marginal iklim akademiknya saja sangat dipertanyakan. banyak siswa tidak memiliki motivasi, karena tidak faham akan jati dirinya. sekolah swasta biasa, nyaris kehilangan kemampuan membangun kompetisi akademik dan motivasi para siswanya, malah ada yang hanya memikirkan jumlah duit masuk.
Kesamaannya hanya sama-sama terjadi proses belajar mengajar di sekolah. Kualitas proses, apakah bisa di jamin sama?
sebelumnya saya ucapkan terima kasih pada mba romlah, atas komentarnya yang cukup menggugah hati dan jiwa saya, sehingga saya agak tecengan juga.
mba romlah kayaknya guru di sekolah negeri ya, jadi ga terima kalo pemerintah menyamakan negeri dan swasta, padahal negeri dan swasta juga anak bangsa yang wajib kita cerdaskan, kalo mba masih berpikiran seperti itu aduh kasian mba bagi sekolah-sekolah swasta yang inputnya tetap jelek, tapi dengan seperti ini, penerimaan hanya satu pilihan, nanti mba silakan lihat sekolah mana yang jadi idola masyarakat pendidikan khususnya siswa. memang sekolah swasta itu selalu di nomor duakan, tapi coba mba hitung, berapa banyak anak bangsa yang dibina, dididik di sekolah swasta, saya yakin 1000.000 persen ( kalo 100 persen terlalu kecil ) bahwa anak bangsa ini bersekolah di swasta, perguruan tinggi negeri pun terbatas, cooooobaaaaaa, mba hitung berapa ribu PTS di Indonesia, ……. jangan-jangan kita juga termasuk salah satu diantaranya. ok, mba…….romlah, sekarang pemerintah mencoba mengurangi image negeri dan swasta, kalo kurikulum sama dari menteri pendidikan kenapa mba yang sewot. mari kita melihat persolan ini secar jernih mba. jangan dilihat sebelah mata,…….. ini negeri, ini swasta…………………….mba kalo lihat lebih jauh lagi masih banyak anak bangsa ini yang belum berkesempatan sekolah………………… atau anak-anak yang bersekolah…………. di paket a, b atau di paket c. toh pemerintah sudah mensetarakan mereka dengan formal…………………………… itulah mungkin kebijakan dari pemda kami yang saaaaangat bijaksana, yang tidak mengaburkan pilihan sekolah…………………. dan anak pun diberikan ketegasan dalam memilih, ga ngambang……………………. susuganan katarima di smp ini atau di smp itu. kita lihat sisi positifnya……………….aja ya mba. anak dengan tegas dan jelas masuk sekolah A.