ini masih soal berulangnya apa yang saya alami lima tahun lalu di cikeas. meskipun aktornya atau pelaku utamanya berbeda, tetapi alur cerita dan maksud di balik cerita yang dilakonkan oleh pelaku utamanya itu sama saja. ya, kedekatan dengan mereka yang diperkirakan akan memegang kuasa. apa yang saya saksikan di layar kaca menjadi nyata juga di cikeas sana. yang saya saksikan di layar kaca adalah persaingan untuk menjadi acuan bagi pemirsa sebagai televisi pemilu. semua stasiun televisi memang bersaing. namun, persaingan paling keras terjadi di antara dua televisi saja. ya. metro tv yang mengusung diri sebagai the election channel dan tv one yang mengusung diri sebagai tv pemilu. persaingan itu nyata di cikeas sejak kampanye dan makin nyata sejak hari pencontrengan di tps 03, nagrak, gunung putri, bogor, jawa barat. saat kampanye, posisi masing-masing pemilik media terlihat jelas dalam pemberintaannya. tv one oleh tim kampanye pak beye dipuja-puji sementara metro tv dianggap sepi. dalam persaingan yang mewujud nyata di pendapa cikeas itu, wartawan metro tv yang jumlahnya puluhan harus dengan perih hati menyaksikan apa yang terjadi. tak satu pun dari lima layar lebar televisi di pendapa cikeas yang menyetel program metro tv. metro tv terlarang disetel di pendapa cikeas. tv one telah memenangkan pertarungan dan telah dilirik dan disukai kekuasaan. jika metro tv yang memenangkan pertarungan, langkah serupa pasti juga dilakukan. kondisi di pendapa cikeas ini jelas berbeda dengan kondisi lima tahun lalu. lima tahun lalu, metro tv menjadi semacam official broadcaster untuk segala macam kegiatan di cikeas. tidak hanya puluhan wartawan yang hadir di sana, tetapi bahkan pak surya paloh turut serta memandangi program metro tv dari beberapa layar lebar tv yang dipasang di sana. pak surya juga asyik berbincang dengan pak beye di depan layar metro tv menjelang pesta kemenangannya dalam pilpres putaran kedua. puluhan wartawan metro tv hanya mengelus dada ketika menyaksikan tak satu pun dari lima layar lebar tv di pendapa cikeas yang memutar program acara mereka. untuk menghibur diri, mereka berkata sambil tertawa, “di dalam ruang keluarga, pak beye nyetelnya metro tv.” mungkin betul juga kata mereka. melihat diri dari sisi cerah melulu kan juga tidak membuat nyaman di hati. itu bunyi batin saya. posisi pemilik media memang membawa pengaruh juga. tidak hanya kepada pemberitaannya, tetapi juga ketika kekuasaan ingin memilih dan bernyaman-nyaman dengannya. bagaimana posisi anda?
METRO TV TERLARANG DI CIKEAS
April 13, 2009 oleh abekosgoro




soal tayangan acara TV itu ya tergantung selera seseorang. kalo SBY ternyata pilih TV One ya itulah pilihannya. Metro tak perlu kecil hati. Kan penonton lain masih jutaan jumlahnya…